Header Ads

UNIKNYA DESAIN PRANGKO

Secarik kertas kecil yang fungsinya sebagai alat pembayaran pos menarik minat kolektor dan menjadi hobi baru sejak awal kemunculannya. Desain yang unik dan menarik bahkan memberikan aspek edukatif dan bisnis tersendiri. Dunia kedirgantaraan-pun terekam dalam benda kecil ini.





Prangko Dirgantara


Prangko berasal dari bahasa Latin franco yang lahir pada abad ke-19 itu memang tak terpisahkan dari kegiatan pos. Meskipun demikian sejarah perangko masih lebih muda bila dibandingkan sejarah surat menyurat. Di Inggris sendiri kegiatan surat menyurat sudah dimulai sejak abad ke-17 dimasa Charles II.
Saat itu surat dimasukkan ke dalam amplop, diberi alamat dan disegel dengan lilin. Orang yang menerima surat inilah yang membayar ongkos kirim berdasarkan jarak. Cara ini lama kelamaan dinilai tidak praktis. Bagaimana bila si penerima surat tidak punya uang saat itu ? Dinas pos Inggris mengalami kerugian karena banyak penerima surat menolak surat dengan berbagai macam alasan. Akhirnya diambil keputusan bahwa si pengirim surat yang harus dibebani pembayaran.
Untuk itu mula-mula diperkenalkan semacam meterai pembayaran lalu dikembangkan menjadi apa yang kita namakan perangko berperekat yang lebih praktis oleh Sir Rowland Hill pada tanggal 6 Mei 1840. Prangko pertama ini dirancang oleh William Wyon dan disebut sebagai Penny Black, yaitu prangko hitam bergambar Ratu Victoria dengan kata "Postage" dan "One Penny" yang menandakan harga 1 penny sebagai harga yang harus dibayar oleh si pengirim.

Perkembangan Desain
Karena praktis tidak lama kemudian beberapa negara dengan latah mengikuti inovasi dinas pos Inggris itu. Brazil dan Swis tercatat sebagai pengikut mode prangko tiga tahun kemudian, lalu diikuti Amerika Serikat tahun 1843 diikuti negara Eropa lainnya seperti Belgia dan Prancis tahun 1849.
Dibandingkan jaman sekarang, desain prangko pada awal kelahirannya sangat tidak menarik dan monoton. Maklum akibat terbatasnya kemampuan mesin cetak dan masih terbatasnya penggunaan prangko maka kebanyakan prangko bergambar wajah kepala negara, lambang mata uang, atau lebih sering lambang negara pembuatnya. Tapi seiring semakin meluasnya pemakaian prangko di dunia maka beberapa negara mulai menyimpang dengan membuat desain baru yang lebih berbeda, lebih maju, lebih berwarna-warni, lebih rumit, dan tentu saja lebih indah.
Desain tak harus bergambar kepala negara; peristiwa sejarah, pemandangan alam, atau hasil bumi baik pertanian atau sandang yang menjadi trade mark suatu negara sah-sah saja dibuat prangko. Selain itu alat transportasi yang membuat dunia semakin mudah dijelajahi menjadi kecendrungan desain prangko awal abad ke-20. Diawali desain prangko bergambar kapal laut yang muncul di akhir abad ke-19, diikuti desain angkutan darat serta tentu saja perkembangan pos udara setelah perang dunia I semakin bertambah menarik dengan adanya desain prangko bergambar transportasi udara. Inilah awal kecenderungan kearah prangko bertema.

Filateli dan Filatelis
Istilah filateli ditemukan oleh orang Prancis bernama Georges Herpin tahun 1864 dan orang yang mengkoleksi prangko disebut filatelis. Awalnya filateli (berasal dari bahasa Yunani philos artinya kecintaan dan ateleia artinya yang membebaskan pajak) hanya mencakup pengumpulan prangko karena gambar yang bagus dan dicetak terbatas. Tapi dalam perkembangannya semua yang berbau pos menjadi koleksi filateli contohnya Sampul Hari Pertama (First Day Cover).
Filatelis umumnya mengkoleksi prangko berdasarkan asal negara pembuatnya. Tapi perkembangan berikutnya para filatelis mulai mengkhususkan diri pada prangko bertema spesifik seperti tema flora-fauna, dunia kelautan, dan sebagainya. Keanekaragaman desain dan warna membuat prangko bertema menjadi koleksi unik dan berharga bagi para filatelis ini.
Filatelis yang secara khusus mengumpulkan prangko bertema kedirgantaraan akan menemui banyak keanekaragaman desain mulai dari wahana lighter than air atau yang disebut sebagai airship, pesawat terbang pertama The Flyer, pesawat komersial, jet, pesawat sport, helikopter, dan pesawat militer. Penjelajahan antarikasa juga merupakan prangko bertema kedirgantaraan. Saat era perlombaan luar angkasa sedang sengit berlangsung di tahun 1960-an s/d 70-an bermunculan prangko tema ini.
Jadi dari selembar prangko yang kecil itu menyimpan cerita dan sejarah tersendiri. Hal inilah yang disebut aspek edukasi atau pendidikan dalam mengkoleksi prangko.
Sisi lain dari filateli adalah bisnis. Prangko langka atau yang dicetak terbatas menjadi incaran filatelis karena harganya suatu saat akan meningkat dengan tajam daripada harga nominalnya. Layaknya benda koleksi, prangko semakin tua maka semakin tinggi harganya.





Curtis Jenny Stamp
Prangko Kedirgantaraan termahal, Curtiss JN-4 Jenny melakukan "akrobat di udara"(kiri) bandingkan dengan yang tidak salah cetak(kanan)

Tidak pelak prangko pertama asal Inggris terbitan 1840 itu, Penny Black menjadi prangko termahal dimata filatelis dunia. Sedangkan untuk yang bertema kedirgantaraan, prangko termahal adalah prangko bergambar pesawat biplane Curtiss JN-4 Jenny (lisensi de Havilland DH-4) cetakan 1918 yang dikeluarkan oleh jawatan pos Amerika Serikat menandai lahirnya pos udara setelah perang dunia I bernilai nominal 24 sen dollar.
Yang menjadi mahal karena prangko itu salah cetak ! Dalam dunia filateli, prangko dengan kesalahan cetak dapat meningkatkan nilai jual berkali lipat. Pada prangko tersebut kesalahan cetak begitu menyolok karena pesawat pos Curtiss JN-4 Jenny dicetak terbalik layaknya sedang melakukan terbang aerobatik udara ! (Sudiro Sumbodo, Jakarta, 2005)

No comments

Powered by Blogger.